KASUS HIV – AIDS DI PAPUA PADA UMUMNYA DAN KHUSUSNYA
DI KABUPATEN JAYAWIJAYA
Oleh: Fr. Yanuarius Pele Pr
PENDAHULUAN
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah yang telah memberikan karunia-Nya, sehingga kami mampu melihat kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya. Dalam hal ini kami melihat dengan sudut pandang yang berbeda, yaitu melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dan dari media-media lainnya. Kompas, cenderawasi pos, sinar pegunungan tengah misalnya. Rencana ini, agar dapat membantu dalam kegiatan sosialisasi tentang HIV-AIDS yang sedianya akan dilaksanakan Desembar 2............... di Distrik Ue-Elesi. Berhubung dengan kegiatan ini kami terpokuskan pada satu denominasi, yaitu kepada umat Kristen Katolik Dekenat Jayawijaya di Paroki st. Paulus Ue-Elesi. Dengan melaksanakan kegiatan ini mampu memberi corak hidup baru dalah diri pribadi dan dalam kehidupan keluarga, serta di lingkup masyarakat. Demi untuk menghindari dari bahaya meluasnya penyakit HIV-AIDS yang sedang berkembang di tengah jaman perkembangan (perkembangan tohknologi.)
Perkembangan atau perubahan jaman mengarahkan manusia pada sesuatu yang beresiko. Karena setiap orang mempunyai kecenderungan (yang) paling besar adalah hendak ingin mencobah, apa itu? Hal ini sesuatu yang tidak pasti akan dampak buruk dan baiknya, namun menggejolak hati terus-menerus untuk mencobah. Yang terlintas dalam pikiran (yang) ada hanya saya harus mencobah. Dengan latar belakang pengetahuan serbah minim pasti mengundang sesuatu yang beresiko. Hal tersebut dapat terbukti bahwa sebagian orang Papua telah terinfeksi penyakit yang disebut IMS/firus HIV-AIIDS. Tidak dapat diketahui apabila telah terinfeksi, karena proses untuk mengetahui sangat membutukan waktu. Oleh karena itu, dapat diperhatikan cara seksama, demi menjaga diri yang secitra dengan Allah Bapa ini.
Dengan demikian kami menghimbau kepada bapa-ibu, adik-adik, kaka-kaka, serta semua pihak berjalan bersama untuk memberantaskan penyakit tersebut. Mari saudara-saudari kita maju dan melangka bersama sambil menimbah pengetahuan untuk menjaga diri dari bahaya berkembangnya penyakit HIV-AIDS, dunia dewasa ini.
A. PENDERITA HIV – AIDS DI PAPUA
1. Penderita HIV-AIDS Tembus 10 Ribu (Menurut Informasi dari KPA Provinsi)
Ketua Komisi Penangulangan Aids (KPA) provinsi papua Constan Karma, pada kamis malam (sinar pegunungan) telah mengatakan bahwa peningkatan jumlah penderita HIV-AIDS di provinsi paling timur ini sangat cepat bahkan merambak sampai ke daerah pedalaman Papua. Lebih lanjut karma menjelaskan semakin tinggi jumlah penderita HIV-AIDS ini disebabkan karena seiring dengan banyaknya pemekaran yang dibarengi mobilitas penduduk yang cukup tinggi. Untuk itu, kata karma, disadari atau tidak masalah HIN-AIDS di papua adalah masalah yang serius. Karena jaman tehknologi ini pun belum ditemukan obatnya. Maka akan berdampak pada kehancuran jiwa manusia dan terlebih khusus bagi generasi muda sebagai aset bangsa dan negara ini.
Selain itu juga menurutnya bahwa dari hasil penelitian sirkumsisi ternyata bisa mencega penyebaran HIV-AIDS sebanyak 60. Untuk itu pemprop Papua sendiri saat ini bersama persatuan gereja-gereja di papua (PGGP) akan membuat semacam sikap pastoral mereka soal sirkumsisi.
Satu himbauan yang disampaikan oleh Carma bahwa bagi para penderita agar selalu melakukan pemeriksaan sambil minum obat bagi yang terinveksi. Menjaga tidak sampai terjadi penyebaran, artinya tidak melakukan hubungan beresiko. Untuk mendukung hal ini, menurutnya sedang mengupayakan untuk melakukan suatu kegiatan. Terkait dengan ini peran seluruh komponen masyarakat baik tokoh adat, agama, sangat dibutuhkan. Kegiatan tersebut akan disosialisasikan kepada orang papua tentang sunat demi untuk menjaga dari bahaya penyakitnya. Karena alkitab tidak melarang untuk sunant, namun dia menceritakan tentang sunant dari perjanjian lama sampai perjanjian baru.
Jumlah penderita akibat terserang virus yang melemahkan daya tahan tubuh manusia oleh HIV-AIDS, di propinsii papua menembus 10.522 kasus pada 2011. Peningkatan dari 2010 yang hanya mencapai sekitar 7.000 kasus.
Berdasarkan data di dinas kesehatan Provinsi Papua jumlah penderita HIV-AIDS di papua sebanyak 10.522 kasus, pada tahun 2011. Data ini adalah yang sudah terdaftar, sedangkan yang belum diperkirakan masih banyak. Berkaitan dengan kabupaten, sementara kasus yang tertinggi adalah Kota Jayapura mencapai 2.012 kasus, disusul kebupaten Jayawijaya. Penderita adalah sebagian besar usia produktif, yakni 15-40 tahun.
Tabel Kasus Sementara di Papua dan Kota Jayapura (data dari Sinar Pengunungan
5 Desember 2011)
| No | Kasus HIV-AIDS | Tahun | Usia |
| 01. | 7. 000 | 2010 | 15-40 |
| 02. | 10. 522 | 2011 | 15-40 |
| 03. | 2. 012 | 2011, kota Jayapura | 15-40 |
B. PENDERITA HIV-AIDS DI PENGUNUNGAN TENGAH
1. Peningkatan Kasus HIV-AIDS Tembus Angka 1531 (Cenderawasi Pos rabu, 30/11/012)
Penularan virus HIV-AIDS di wilaya pengunungan tengah khususnya yang terdata di dinas kesehatan Kabupaten Jayawijaya terus meningkat, bahkan sampai triwulan III tahun 2011, yaitu sampai 30 September jumlahnya sudah mencapai 1531 kasus. Tingginya jumlah kasus tersebut, menurut Wempi bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius dari semua pihak tidak hanya pemerintah daerah tetapi komponen masyarakat lainnya. Penyebaran HIV-AIDS setiap tahun mengalami peningkatan cukup tinggi. Maka kerja sama masyarakat dan pemerintah daerah harus ditingkatkan baik melalui informasi, sosialisasi dan kegiatan yang berkaitan, agar melaluinya dapat mengurangi penyebarannya. Suatu humbauan yang disampaikan oleh Wempi bahwa semakin meningkat angka penderita HIV-AIDS maka semua masyarakat menjaga diri lebih penting. Dalam hal ini untuk melakukan hubungan ”seksual,” karena faktor pertama adalah melalui hubungan seksual. Lebih jau ia menegaskan bahwa generasi mudah mampu menjaga diri, meribah perilaku dan saling setia pada pasangan masing-masing secara konsisten, artinya tidak menganti-ganti pasangannya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Agus Aronggear mengatakan bahwa dari data yang terkumpul banyak jumlahnya itu tidak hanya dari satu kabupaten. Data tersebut telah mencapai 1531 kasus, tersebut adalah sumbangan dari beberapa Kabupaten di wilayah Pengunungan Tengah Papua. Oleh karena itu, ia mengaja kepada semua pihak untuk melihat dan menyaksihkan data-data terbukti dari setiap Kabupaten dalam tabel sebagai berikut ini. Dengan demikian, saya mengajak kita semua dapat melihat tabbel tersebut.
Tabel Kasus HIV-AIDS Berdasarkan Asal Kabupaten Per 30 Sep, 2011
(Data Sumber Dinas Kesehatan Jayawijaya)
| No | Kabupaten Asal | HIV | AIDS | Meninggal |
| 01 | Jayawijaya | 260 | 745 | 229 |
| 02 | Lanny Jaya | 64 | 223 | 42 |
| 03 | Tolikara | 26 | 85 | 32 |
| 04 | Nduga | 4 | 10 | 4 |
| 05 | Mamberamo Tengah | 4 | 34 | 2 |
| 06 | Yalimo | 2 | 11 | 1 |
| 07 | Yahukimo | 6 | 46 | 6 |
| 08 | Puncak Jaya | 1 | 5 | 1 |
| 09 | Paniai | 0 | 5 | 1 |
| 10 | Jumlah Total | 367 | 1164 | 318 |
2. Perbandingan Kasus HIV-AIDS Pada Tahun-tahun Sebelumnya
Perkembangan dan perubahan semakin meningkat maka segala sesuatu, hal baru pula akan mengalami perkembangan pada taraf yang tertentu. Begitu besar tinggkat perkembangan di bidang sosial ekonomi, politik, budaya dan perkembangan theknologi. Seiring(nya) manusia pun mengalami perubahan dan perkembangan pada daya tarik sesuatu dan kemampuan untuk memahami, mengetahui (pengetahuan) dalam hal perkembangan/perubahan. Pada dasarnya semua yang terjadi adalah baik. Tidak kalah pentingnya dapat merugikan manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar