Elemen Transportasi


 Oleh, Didi dan yairus
A.    Latar Belakang
Perencanaan Tata Ruang Wilayah pada dasarnya disusun dalam rangka mewujudkan keterpaduan program pembangunan prasarana dan sarana, serta pengembangan sektor-sektor lainnya sebagai bagian dari Sistem Nasional. Dengan adanya perencanaan tata ruang wilayah diharapkan tercipta tinjauan yang lebih luas dari masing-masing propinsi dalam mengembangkan wilayahnya sehingga problem pembangunan yang bersifat lintas sektor dan lintas wilayah dapat dihindari sehingga pada akhirnya pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat dan pengembangan wilayah dapat terus ditingkatkan. Fungsi Rencana Tata Ruang Wilayah adalah memberikan dasar pencapaian keterpaduan, keserasian dan keterkaitan spasial  antar wilayah dan antar sektor di dalam suatu kesatuan pulau dan kepulauan dalam rangka optimasi pemanfaatan ruang serta memberikan acuan penyelesaian konflik pemanfaatan ruang lintas sektor dan lintas wilayah.
Muatan rencana tata ruang pulau sekurang-kurangnya mencakup 3 aspek yaitu visi dan misi pengembangan wilayah, pola pemanfaatan ruang dan struktur tata ruang wilayah, strategi implementasi atau pedoman pengendalian, serta program strategis jangka menengah. Pola pemanfaatan ruang mencakup kawasan lindung, budidaya dan tertentu. Sementara itu, struktur tata ruang meliputi sistem kota-kota, sistem jaringan transportasi (darat, air atau laut dan udara), sistem jaringan prasarana lainnya (telekomunikasi, listrik dan energi) serta prasarana sumberdaya air lintas provinsi.
Secara lebih detail, ke 3 (tiga) komponen di atas dikolaborasikan ke dalam strategi pengelolaan dan pengembangan wilayah sebagai berikut :
a.   Kawasan lindung dan Budidaya (termasuk kawasan strategis seperti Kawasan Andalan dan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET).
b.  Sistem pusat-pusat pelayanan (permukiman perkotaan dan perdesaan).
c.  Siatem transportasi Darat, Rel, Air atau Laut, dan Udara (Sistem prasarana wilayah (jalan, rel kerta api, Air dan Laut, dan Udara).  
Lingkup pembahasan adalah sistem transportasi Darat, Rel, Air atau Laut, dan Udara (Sistem prasarana wilayah jalan, rel kerta api, Air dan Laut, dan Udara).
Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah wahana yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Di negara maju, mereka biasanya menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk disana jarang yang mempunyai kendaraan pribadi karena mereka sebagian besar menggunakan angkutan umum sebagai transportasi mereka. Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu, transportasi darat, laut, dan udara. Transportasi udara merupakan transportasi yang membutuhkan banyak uang untuk memakainya. Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara merupakan alat transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi lainnya.
B.  Tujuan
Tujuan pengembangan sisten prasarana transportasi adalah untuk meningkatkan produksi pertanian, perkebunan dan pemafaatan sumber daya alam untuk pertumbuhan ekonomi secara lokal, regional, nasional dan internasional.
C.   Pengertian
1.     Pengertian mengenai sistem transportasi dapat dipahami melalui dua pendekatan yaitu: sistem transportasi menyeluruh (makro) serta sistem trasnportasi mikro yang merupakan hasil pemecahan dari sistem transportasi makro menjadi sistem yang lebih kecil yang masing-masing saling terkait dan saling mempengaruhi. Menurut (Tamin, 2000): menjelaskan sistem transportasi mikro terdiri dari 4 (empat) sistem, yaitu : (1) Sistem Kegiatan, (2) sistem jaringan, (3) sistem pergerakan dan (4) sistem kelembagaan.
      Keempat sistem tersebut di atas dikemukakan oleh (Tamin, 2000) dijabarkan lebih lanjut adalah :


1.  Sistem Kegiatan
Sistem kegiatan atau tata guna lahan mempunyai jenis kegiatan tertentu yang akan membangkitkan pergerakan dan akan menarik pergerakan dalam proses pemenuhan kebutuhan. Sistem ini merupakan sistem pola kegiatan tata guna lahan yang terdiri dari sistem pola kegiatan sosial, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain. Besarnya pergerakan sangat berkaitan dengan jenis dan intensitas kegiatan yang dilakukan.
2.  Sitem Jaringan
Sedangkan sistem jaringan merupakan moda transportasi (sarana) dan media (prasarana) tempat moda transportasi bergerak. Sistem jaringan meliputi: sistem jaringan jalan raya, kereta api, sistem noda dan terminal, bandara dan pelabuhan.
3.  Sistem Pergerakan
Sistem pergerakan ditimbulkan karena interaksi antara sistem kegiatan dan sistem jaringan. Sistem pergerakan yang ada merupakan sistem pergerakan barang dan manusia.
4.  Sistem Kelembagaan
Sistem kelembagaan merupakan instansi yang mengatur sistem transportasi beserta kebijakan-kebijakan yang mengaturnya.
Sistem kegiatan, sistem jaringan dan sistem pergerakan akan saling mempengaruhi. Perubahan pada sistem kegiatan jelas akan mempengaruhi sistem jaringan melalui perubahan pada tingkat pelayanan pada sistem pergerakan. Begitu juga perubahan sistem jaringan akan dapat mempengaruhi sistem kegiatan melalui peningkatan mobilitas dan aksesibilitas dari sistem pergerakan tersebut. Sistem pergerakan memegang peranan penting dalam menampung pergerakan agar tercipta pergerakan yang lancar dan pada akhirnya juga pasti mempengaruhi kembali sistem kegiatan dan sistem jaringan yang ada dalam bentuk aksesibilitas dan mobilitas. Ketiga sistem mikro ini saling berinteraksi dalam sistem transportasi makro
2.     Transportasi berasal dari kata Latin yaitu tranportare, dimana trans berarti seberang atau sebelah lain dan portare berarti mengangkut atau membawa. Jadi, transportasi berarti mengangkut atau membawa (sesuatu) ke sebelah lain atau ke suatu tempat ke tampat lainnya. Transportasi dapat didefinisikan sebagai usaha den kegiatan mengangkut atau membawa barang dan atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Ahmad Munawar dan Rustian Kamaluddin menefinisikan transportasi sebagai kegiatan pemindahan penumpang dan barang dari suatu tempat ke tempat lain.
Untuk setiap bentuk transportasi terdapat empat unsur pokok, yaitu jalan, kendaraan dan alat angkutan, tenaga penggerak, dan terminal. Ahmad Munawar dalam bukunya bahwa ada lima unsur pokok dalam sistem transportasi yaitu : a) orang yang membutuhkan, b) barang yang dibutuhkan, c) kendaraan sebagai alat angkut, d) jalan sebagai prasarana angkutan dan e) organisasi atau kelembagaan yaitu instansi pengelolaan angkutan.
Kelima hal tersebut di atas yang dikemukakan oleh Ahmad Munawar sedikit berbeda dengan pendapat Rustian Kamaluddin dan Abdul Kadir dalam jurnal perencanaan dan pembangunan wilayah Wahana Hijau Volume 1 (satu) Nomor 3 (tiga) April 2006 menurutnya dalam usaha memperlancar sistem transportasi sebaiknya semua elemen dimasukan dalam unsur pokok sistem trasportasi yang terdiri dari : a) penumpang/barang yang dipindahkan, b) kendaraaan/alat angkutan sebagai sarana, c) jalan sebagai prasarana angkutan, d) terminal sebagai tempat pendropan dan e) organisasi/kelembagaan sebagai pengelolaan angkutan transportasi.
Pengangkutan atau pemindahan penumpang/barang dengan transportasi adalah untuk dapat mencapai tempat tujuan dan menciptakan/menaikanm utilitas atau kegunaan dari barang yang diangkut. Utilitas yang dapat diciptakan oleh trasportasi atau pengangkutan tersebut khususnya untuk barang yang diangkut ada 2 (dua) macam yaitu : (1) utilitas tempat atau place utility dan (2) utilitas waktu atau time utility.
1.     Utilitas Tempat atau Place Utility adalah kenaikan atau tambahan nilai ekonomi atau nialai kegunaan dari suatu komoditi yang diciptkan dengan menggunakan dari suatu tempat/daerah dimana barang tersebut mempunyai kegunaan yang lebih kecil ke tempat/daerah dimana barang tersebut mempunyai kegunaan yang lebih besar dalam hubungan ini place utility yang diciptakan biasanya diukur dengan nilai uang yang pada dasarnya merupakan perbedaan dari harga barang tersebut pada tempat dimana barang itu dihasilkan atau dimana utilitasnya rendah untuk dipindahkan ke suatu tempat dimana barang tersebut diperlukan atau mempunyai utilitas yang lebih tinggi dalam memenuhi kebutuhan manusia.
2.     Utilitas Waktu atau Time Utility adalah transportasi akan menyebabkan kesanggupan dari barang untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan menyediakan barang yang bersangkutan tidak hanya dimana mereka dibutuhkan, tetapi juga pada waktu yang tepat bilamana diperlukan. Hal ini adalah sehubungan dengan utilitas yang disebut sebagai utilitas waktu atau time utility. time utility berarti dengan trasportasi tersebut akan dapat diusahakan agar barang-barangnya dapat pindahkan secepat-cepatnya atau disampaikan ke tempat tujuan (konsumen) tepat pada waktunya.
D.       Klasifikasi Trasportasi
Menurut Abdul Kadir dalam jurnal perencanaan dan pengembangan wilayah transportasi peran dan dampaknya dalam pertumbuhan ekonomi nasional wahana hijau Vol. 1. No. 3. April 2006, trasportasi dapat diklasifikan menurut macam atau noda atau jenisnya (modes  of transportation) yang dapat ditinjau dari segi barang yang diangkut, dari segi geografis transportasi itu berlangsung dan dari sudut teknis serta alat angkutan, meliputih:
1.    Dari segi barang yang diangkut di bagi tiga, yaitu :
a.    Angkutan Umum (passanger)
b.   Angkutan Barang (goods)
c.    Angkutan Pos (mail)
2.    Dari segi sudut geografis transportasi dapat di bagi menjadi enam, yaitu:
a.  Angkutan antar benua
b.  Angkutan antar kontinetal
c.   Angkutan antar pulau
d.  Angkutan antar kota
e.  Angkutan antar daerah
f.   Angkutan di dalam kota
3.     Dari sudut teknis serta alat pengangkutannya transportasi dibagi enam, yaitu :
a.  Angkutan jalan raya atau highway tranportation (road transpotation). seperti pengangkutan dengan truk, bus dan sedan.
b.  Pengangkutan rel (reil transportation), yaitu angkutan kereta api, term listrik, dan sebagainya. Pengangkutan rel kadang-kadang keduanya digabungkan dalam golongan yang disebut reil and road transportation atau land transportation (trasportasi darat)
c.   Pengangakutan melalui laut meliputih antar palau, kabupaten/kota, Provinsi, bahkan Internasional antar samudra. Angkutan melalui air di pedalaman, seperti pengangkutan melaui sungai, danau/waduk dan sebagainya.
d.  Pengangkutan pipa seperti transportasi untuk mengangkut atau mengalirkan minyak tanah, bensin, air  minum dan sebagainya.
e.  Pengangkutan udara, yaitu pengangkutan dengan menggunakan dengan pesawat terbang melalui pesawat udara meliatasi antar daerah, kabupaten/kota, provinsi, bahkan atar benua atau negara.
Klasifikasi transportasi ditinjau dari ketiga segi atau unsur sebagaimana dikemukakan di atas namun seringkali orang mengklasifisikannya dihubungkan dengan empat unsur trasportasi, yaitu jalan, alat angkutan yang digunakan, tenaga penggerak, dan tempat perhentian atau terminal.
a.    Jalan (The Wey), jalan merupakan suatu kebutuhan yang paling ensensial dalam tansportasi. Tanpa adanya jalan tak mungkin disediakan transportasi bagi pemakainya. Jalan ditujukan dan disediakan sebagai basis bagi alat angkutan untuk bergerak dari suatu tempat asala ke tampat tujuannya. Unsur jalan dapat berupa jalan raya, jalan kereta api, jalan air atau laut dan jalan udara.
Jalan dapat pula diklasifikasikan menurut jalan alam (natural) dan buatan (artificial). Jalan alam merupakan pemberan alam dan kerennaya tersedia bagi setiap orang tanpa (atau hampir tidak) suatu beban ongkos bagi pemakainya, seperti : jalan setapak, sungai dan danau atau waduk, jalan air, dan jalan udara. Sedangkan jalan buatan adalah jalan yang dibagun melalui usaha manusia secara sadar dengan sejumlah dan investasi bagi pembiayaan tertentu untuk membuat kontruksi dan pemeliharaannya.       
b.   Alat angkutan (The Vehicle), kendaraan dan alat angkutan pada umunya merupakan unsur transport yang penting lainnya. Perkembangan dan kemajuan jalan dan alat angkutan merupakan dua unsur yang saling memerlukan atau berkaitan satu sama lainnya. Alat angkutan ini dapat dibagi dalam jenis-jenis alat angkutan jalan darat, alat angkutan jalan air atau laut dan alat angkutan udaran.
c.    Tenaga Penggerak (Motive Power), yang dimaksud dengan tenaga penggerak adalah tenaga atau energi yang diperlukan untuk menarik atau mendorong alat angkutan. Untuk  keperluan ini dapat digunakan tenaga manusia, binatang, tenaga uap, batu bara, BBM, tenaga disel, dan tenaga listrik bahkan juga tenaga atom dan tenaga nuklir.
d.   Tempat perhentian atau terminal, terminal dalah tempat dimana suatu perjalanan transportasi dimulai maupun berhenti atau berakhir sebagai tempat tujuannya. Oleh kerena itu terminal disediakan berbagai fasilitas pelayanan penumpang, bongkat dan muat, dan lain-lain.
               Sehubungan dengan keempat unsur di atas, maka transportasi dapat diklasifikasikan dari sudut jalan atau permukaan jalan yang digunakan, sebagai berikut :
1.   Transportasi darat (land transportation) transportasi ini terdiri atas :  
a.     Transportasi Jalan Raya (land transport), dalam transportasi jalan raya (land transport) meliputih transport yang menggunakan alat angkutan yang berupa manusia, binantang, pedati, sepeda, bus, truk, dan kendaraan bermotor lainnya. Jalan yang digunakan untuk transport ini adalah jalan setapak, jalan tanah, jalan kerikil, dan jalan arteri atau jalan aspal. Sedangkan tenaga penggerak yang digunakan adalah tenaga manusia, tenaga binatang, tenaga uap, BBM dan disel.   
b.     Transportasi Jalan Rel (reil transport), dalam transportasi jalan rel (reil transport) ini digunakan angkutan berupa kereta api, yang terdiri dari lokomotif, gerbong (kereta barang) dan kereta penumpang. Jalan yang dipergunakan berupa jalan rel baja baik dua rel maupun monorel. Tenaga penggerakanya berupa tenaga uap, disel dan tenaga listrik.
2.   Transportasi Air atau Laut (water transpot), transportasi Air atau Laut (water transpot) terdiri atas dua macam yaitu :
a.     Transport Air Pedalaman (inland transport), transport melalui air pedalaman (inland transport) menggunakan alat angkutan berupa sampan, kano, motorboat kapal jalan yang dilaluinya sungai, kanal dan danau/waduk. Tenaga penggeraknya adalah dayung, layar, tenaga uap, BBM dan disel
b.     Transport Laut (ocean transport), di dalam transport laut (ocean transport) digunakan alat angkutan perahu kapal api/uap dan kapal mesin jalan yang dilaluinya adalah laut atau samudera dan teluk. Tenaga penggerak yang digunakan adalah tenaga uap, BBM dan disel.
3.   Transportasi Udara (air transportation), transportasi udara (air transportation) merupakan alat angkutan yang mutakhir dan tercepat. Transport udara mengguankan pesawat udara (dengan segala jenisnya) sebagai alat transport lewat udara atau ruang angkasa adalah sebagai jalannya. Tenagaa penggerak yang digunakan adalah BBM dengan berbagai rupa alat  yang digerakannya.       
E.        Permasalahan dan Pembahasan
a.     Permasalahan
Adapun yang menjdi topik permasalahan yang diuaraikan sebagai berikut :
a)     Bagaimana peranan pentingnya ke tiga tranportasi?
b)     Bagaimana dampak negatif yang timbul akibat pertumbuhan transportasi?
c)      Bagaimana transportasi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional?   
b.     Pembahasan
1.     Peranan pentingnya ke tiga tranportasi, tranportasi merupakan unsur yang sangat penting dan berfungsi sebagai urat nadi dalam kehidupan sosial ekonomi, politik, dan mobilitas penduduk yang tumbuh bersamaan dengan mengikuti pembangunan sauatu wilayah yang terjadi dalam berbagai bidang dan sekto. Namun yang sangat urgen adalah peranan dan pentingnya tranportasi dalam kaitannya dengan aspek sosial ekonomi pada masyarakat di suatu daerah. Dalam hubungan ini, yang paling utama adalah : tersedinya barang konsumsi, stabilisasi dan penyamaan harga, penurunan harga barang, meningkatnya nilai tanah, terjadinya spelialisasi antar wilayah, perkembangaan usaha skala kecil maupun besar dan terjandinya urbanisasi dan konsentrasi penduduk antar wilayah dalam kehidupan.
a.     Tersedinya barang konsumsi, efek yang sangat nyata dari adanya transportasi yang baik dan murah adalah penyediaan atau pendaan barang-barang perdagangan yang tidak dapat dihasilkan setempat, meningkatkan kondisi iklim dan keterabatasan sumber daya alam yang tidak memungkinkan untuk dihasilkan juga terpaksa dengan biaya produksi dan harga yang sangat tinggi.
Dengan andaya transportasi yang mudah dan murah, masyarakat yang tidak dapat menghasilkan barang tertentu atau ketersediaannya dalam serba kekurangan akan dapat disuplai barang tersebut yang mengalir dari daerah/tempat penghasilannya guna memenuhi kebutuhan setempat.   
b.     Stabilisasi dan penyamaan harga, adanya transportasi yang mudah dan murahnya pergerakan barang dan suatu lingkungan masyarakat ke yang lainya, maka akan cenderung terjadinya stabilitasi dan penyamaan harga dalam hubungan keterkaitan satu sama lainnya. 
c.      Penurunan harga barang, hampir sama dan identik dangan pengaruh stabilitas panyamaan harga di atas, adalah terjadinya penurunan harga sebagai hasil dari transportasi yag murah, namun disini lebih ditekankan pada ongkos trasportasi sebagai salah satu unsur dalam penentuan harga produksi maupun dalam perannya untuk mangadakan atau menyediakan sumber-sumber produksi beserta ongkos pemrosesan atau ongkos assembling bahan mentah dan  spareparts dalam proses produksi yang bersangkutan.
Dengan demikiam trasnportasi yang tersedia dengan mudah dan murah akan menurunkan harga barang-barang oleh kerena turunya ongkos produksi atau biaya pengadaan barang-barang yang bersangkutan akibat penurunan ongkos transportasi tersebut, antara lain berhubungan dengan :
v  Penurunan ongkos pengangkutan dari produsen ke konsumen
v  Penurunan ongkos assembiling dan ongkos prosesing dari pada bahan-bahan mentah dan spareparts yang diperlukan pada industri
v  Memungkinkan pembagian kerja secara geografis antar daerah ataupun spelialisasi secara teritorial yang menghasilkan efisienasi, dan lain sebagainya.  
Disamping itu, tersediannya trasportasi yang mudah dan murah tersebut memungkinkan pula lebih banyaknya dapat entry (masuk) ke dalam pasar, sehingga memperbesar persaingan (kompetition) diantara mereka yang akan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan harga.
d.     Meningkatnya nilai tanah, banyak lahan pertanian yang tidak menguntungkan dan tidak layak untuk ditanam bagi usaha pertanian kerena hasilnya tidak dapat dijual ke pasar akibat lokasinya jauh dan ongkos transportasinya mahal.
Dengan tersedianya trasportasi yang mudah dan murah pada tanah atau wilayah yang potensial untuk pengembangan pertanian tersebut, akan dapat dihasilkan produksi pertanian yang menguntungkan sebab hasil produksinya akan dapat diangkut dan dilemparkan ke pasar dengan kalkulasi ongkos harga yang menguntungkan. Dengan demikian tanah atau wilayah yang terpencil dan jauh tempatnya dari pasar tersebut akan naik nilainya atau rents-nya dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. 
e.     Terjadinya spelialisasi antar wilayah, suatu daerah akan menspesialisasikan dari dalam produksi barang-barang tertentu karena mempunyai keunggulan (koparatif) tertentu, seperti tersedianya bahan baku yang melimpah dan murah, tersedia modal yang memadai, adanya tenaga kerja trampil yang sesuai dan sebagainya, dibandikan dengan daerah lainnya. Dengan adanya spesialisasi atau pembiayaan kerja antar daerah tesebut akan terjadi surplus hasil pproduksi karena spesialisasi yang bersangkutan.      
f.      Perkembangaan usaha skala kecil maupun besar, kegiatan produksi sekala kecil atau sakala besar biasaya memerlukan bahan produksi bahan mentah yang berasal dari daerah atau wilayah yang jauh untuk didatangkan kelokasi industri rumah tangga untuk usaha berskala kecil dan pabrik atau industri usaha berskala besa. Suatu hal yang menguntungkan secara ekonomis jika pabrik atau industri yang bersangkutan dilaksanakan proses produksinya dengan menggunakan usaha skala besar, khususnya yang bersifat menghemat tenaga kerha dan memiliki tingkat spesialisasi kerja yang tinggi. Namun usaha skala besar ini tidak terlaksana dan tiddak menguntungkan, jika tidak ada atau tidak mencukupinya pasar bagi hasil produk yang akan dijualnya.
Dengan fasilitas ongkos yang relatif murah akan dapat disediakan supplai bahan-bahan dan tenaga kerja yang diperlukan, dan produk yang dihasilkan akan dapat mencapai atau mamasuki pasar yang lebih luas yang memungkinkan terpenuhinya kebutuhan dan manfaat yang lebih besar bagi para konsumen dan masyarakat pada umumnya sebagai hasil dari usaha skala besar yang lebih efisien tersebut. Dengan kemjuan transportasi yang antara lain berupa peningkatan kapasitas pelayanan jasa transport dengan pelayanan dengan kecepatan yang lebih baik dan ongkos transport yang relatif lebih murah, akan memungkinkan terjadinya pasar yang lebih luas dan konsentrasi produksi yang lebih besar dalam kaitan usaha ekonomi skala besar tersebut.       
g.     Terjandinya urbanisasi dan konsentrasi penduduk antar wilayah dalam kehidupan, dengan terjadinya transportasi yang mudah dan murah akan mendorong timbulnya kerja dan spesialisasi antar daerah. Hal ini akan mendorong pertumbuhan dan perkembangannya serta konsentrasinya industri dan perdagangan dalam skala besar dan menegah. Kegiatan dan usaha ekonomi tersebut akan selalu menimbulkan aktifitas yang menyertainya seperti storing, processing, packaging, advertising, financing, merchandising dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dan ditunjang oleh tersedianya fasilitas dan kemajuan trasportasi yang bersangkutan.
Kesemuanya akan cenderung dilaksanakan di pusat-pusat kota (urban centere). Dengan demikian akan mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya kota-kota besar disertai dengan urbanisasi penduduk ke wilayah kota-kota industri dan perdagangan yang berkembang untuk mencari kerja dan penghidupannya.
Dengan ditunjang oleh transportasi yang baik dan lancar, maka akan berkembanglah kota-kota satelit dan pemukiman pinggiran kota yang orientasi pekerjaan, usaha, dan kegiatan lainnya kebanyakan juga berada di kota besar yang merupakan pusatnya.
2.     Dampak negatif yang timbul akibat pertumbuhan transportasi, disamping berbagai peran dan manfaat transportasi dalam kaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan sosial, ada pula berbagai permasalahan atau dampak negatif yang mungkin terjadi akibat dari kemajuan transportasi, antara lain : (a) bahaya dan kehancuran umat manusia, (b) hilangnya sifat-sifat individual dan kelompok, (c) frekwensi dan intensitas kecelakaan relatif lebih tinggi, (d) makin meningkatnya urbanisasi, kepadatan dan konsentrasi penduduk dan (e) hilang atau tersingkirnya industri kerajinan dan rumah tangga.
a.     Bahaya dan kehancuran umat manusia, kemajuan trasnportasi dapat disalahgunakan bagi penghancuran secara massal atas kehidupan dan perbendaharaan suatu Negara dan Bangsa. Moda transportasi yang modern baik transportasi darat, transportasi udara, maupun transportasi laut atau air jika digunakan untuk membawa bom-bom waktu dan hidrogen telah menimbulkan kengerian seluruh uamat manusia di dunia. Sehingga peperangan dewasa ini merupakan alat ”bunuh diri kolektif” dari umat manusia. Dengan demikian transportasi modern bukan semata-mata bukan sebagai alat produksi massal, tetapi juga dapat menjadi alat pengahanjur massal juga dapat meningkatkan intervensi politik dalam kedaulatan dari negara-negara lainnya. 
b.     Hilangnya sifat-sifat individual dan kelompok, kemajuan trasportasi bertanggung jawab atas hilangnya sifat-sifat individualitas dari negara dan umat manusia. Seringnya pertukaran ide dan perjalanan orang perorangan dari suatu negara ke negara lainnya berakibat bercampur baurnya budaya dan peradabannya di dunia. Dalam hubungan itu, budaya akan cenderung bersifat dan masyarakat. Dengan demikian, membedakan suatu budaya yang berasimilasi dengan dudaya lainnya menjadi kehilangan arti dan keberadaannya.     
c.      Frekwensi dan intensitas kecelakaan relatif lebih tinggi, alat transportasi sangat peka terhadap kecelakan-kecelakaan yang mungkin terjadi akibat kegagalan manusia, kegagalan mesin dan strukturnya, kegagalan prosedur dan kondisi suaca. Ferkwensi dan intensitas kecelakaan seperti itu sangat tinggi yang berakibat penderitaan manusia yang tidak terhitung jumlahnya baik berupa kematian cacat jiwa akibat kecelakan transportasi.  
d.     Makin meningkatnya urbanisasi, kepadatan dan konsentrasi penduduk, transportasi dan kemajuannya juga bertanggungjawab bagi urbaginsasi, kepadatan dan konsentrasi penduduk. Penduduk dan pekerja tertarik untuk hidup dan tinggal di kota-kota, yang tercermin dalam kuatnya urbanisasi penduduk. Hal ini disebabkan oleh adanya kesempatan kerja yang lebih luas, tingkat upah yang lebig tinggi serta fasilitas dan kesenangan hidup modern. Namun konsentrasi penduduk yang berlebihan di kota-kota telah banyak menyebabkan permasalahan, seperti kekurangan rumah tempat tinggal, tingginya biaya sewa perumahan, biaya hidup tinggi, kebutuhan bahan makanan pokok, dan sebagainya. Jika berbagai problema dan segi-segi yang timbul akibat transportasi yang baik, maka akan sangat merusak dan mengganggu kehidupan penduduk diperkotaan yang bersangkutan.        
e.     Hilang atau tersingkirnya industri kerajinan dan rumah tangga, transportasi yang maju seringkali berakibat berkurang atau tersingkirnya industri kecil dan kerajinan yang kurang efisien dibandingkan industri skala besar. Pada dasarnya transpot yang modern memperlanjar produksi skala besar melalui spesoalisasi dan distribusi komoditi secara luas. Berhubung kondisi tersebut, produk-produk dari industri kerajinan rumah tangga itu, karena berbagai hal tidak dapat bersaing dengan industri skala besar dalam harga dan kualitas produk.      
3.     Transportasi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, tiap negara bagaimanpun tingkatan ekonominya dalam rangka menyusun sisten transportasi nasional atau dalam menetapkan policy transportasi nasional harus menentukan terlebih dahulu tujuan-tujuan mana yang membutuhkan jasa angkutan dalam sistem transportasi nasional.
Adapun tujuan yang hendak dicapai dengan pengembagan ekonomi adalah :
a.     Meningkatkan pendapatan nasional, disertai dengan distribusi yang merata antara penduduk, bidang-bidang usaha dan derah-daerah
b.     Meningkatkan jenis dan jumlah barang jadi dan jasa yang dapat dihasilkan para konsumen, industri dan pemerintah.
c.      Mengembangkan industri nasional yang dapat menghasilkan devisa serta mesupplai pasaran dalam negeri.
d.     Menciptakan dan memelihara tingkatan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Transportasi memegang peranan penting dalam usaha mencapai tujuan-tujuan pengembangan ekonomi tersebut. Sejalan dengan tujuan-tujuan yang bersifat non-ekonomi yaitu untuk memperingati integritas bangsa, memperingati ketahanan dan pertahana nasional. Jelas bahwa tujuan-tujuan ekonomis dan nom-ekonomis tidak selalu berjalan seirama dalam arah yang sama. Umpama : kebijakan transportasi bertujuan untuk meningkatkan ketahan nasional bisa berbeda dengan kebijakan untuk meningkatkan efisiensi ekonomi. Kenyataan bahwa tujuan-tujuan transportasi adakalanya berbeda, dan sukar diukur dan kadang sulit dikaitkan, maka untuk menyusun suatu sistem transportasi optimal memerlukan pemikiran-pemikiran mendalam.
a.     Angkutan sebagai prasarana ekonomi,
Fungsi transportasi adalah untuk mengangkut penumpang dan barang dari sutau tempat ke tampat lain. Kebutuhan akan angkutan penumpang tergantung fungsi bagi keguaan seseorang (personal place utility). Seorang dapat mengadakan perjalanan untuk kebutuhan pribadi, untuk keperluan susaha dan untuk keperluan organisasi.
Kebutuhan akan angkutan barang sebagian besar merupakan kebtuhan yang berkaitan dengan faktor-faktor lain. Suatu jenia barang bermanfaat disuatu tempat daripada tempat lain si pemilik sanggup membayar harga untuk terciptanya kegunaan barang tersebut ditempat yang bersangkutan (place utlity), bukan semata-mata untuk pemindahan barang tersebut.
Kenyataan menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkatan dan kegiatan ekonomi dan kebutuhan menyeluruh akan angkutan, dengan lain perkataan “kalau aktifitas ekonomi meninglat, maka kebutuhan akan angkutan meningkat pula”
Faktor-faktor kebutuhan ekonomis, yang berhubungan dengan angkutan dari suatu jenis barang dan kegunaan ekonominya. Jadi transportasi menciptakan keguanaan tempat (place utility), dengan mengangkut suatu janis barang dari suatu tempat ke tempat lain agar dapat dimanfaatkan ditempat yang bersangkutan. Harga barang dan jasa pada hakekatnya dipengaruhi oleh permintaan akan barang dan jumlah barang yang tersedia (demand and supply). Biaya angkutan angkuta merupakan unsur penting dalam produksi barang yang merupakan faktor pendorong bagi produksi.
Dalam menentukan biaya transportasi, beberapa faktor yang perlu diperhatikan, adalah :
v  Perbandingan antara bobot dan volume barang
v  Kemungkinan kersusakan barang
v  Harga pasar dari barang tersebut
v  Jarak angkutan
v  Keteraturan dan volume angkutan
v  Tingkat persangan dengan sarana angkutan lain, baik internoda maupun intranoda
v  Biaya yang berhubungan dengan jasa-jasa yang dihasilkan
v  Faktor-faktor khusus yang mungkin mempengaruhi angkutan
Pengaruh dari faktor-faktor tidak sama (extern) dalam hal tertentu bisa berbeda dengan yang lain. Sebagai contoh hasil produksi rokok diangkut dengan biaya angkutan yang relatif tinggi dibandingkan dengan hasil produksi lain. Hasil produksi tembakau memiliki sifat dimana angkutan dengan biaya rendah karena memiliki sifat kepadatan dan ringkas, tidak mudah rusak, dan angkut  dalam jumlah besar secara teratur. Tetapi kerena nilai tinggi, maka dapat dibedakan biaya angkutan yang relatif tinggi. Barang-barang demikian dapat diangkut dengan biaya, yang jauh lebih tinggi dari biaya angkutan yang sesungguhnya.      
b.     Faktor-faktor yang mempengaruhi transportasi
Untuk pengelolaan transportasi, banyak faktor-faktro extern yang bisa mempengaruhi jalannya kegiatan perusahaan antara lain :
v  Undang-undang/Perturan Pemerintih, Undang-undang atau kebijaksanaan pemerintah merupakan faktor yang dominan mempengaruhi terhadap pengelolaan usaha transportasi. Contoh undang-undang lalu litas, peraturan yang mengkut dengan penerbagan dan pengakutan di laut
v  Kebijaksanaan atau peraturan pihak pemerintah pusat yang iktu mempengaruhi usaha transportasi adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai pengadaan bis untuk umum (ada merek, jenis-jenis tertentu yang ditetukan oleh pemerintah yang bisa dipakai untuk umum), selain dari pada itu ada undang-undang yang mengatur mengenai transportasi.
v  Pengaruh pemakai jasa, perusahaan angkutan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa-jasa angkutan agar memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pengguna jasa. Bagi pemakai jasa yang diutamakan dalam soal pengangkutan ialah aman, teratur, tertib, memuaskan, cepat, serta menyenangkan.
Adapun golongan pemakai jasa angkutan yang tersebar dalam masyarakat terdiri dari : (a) perusahaan-perusahaan industri, perusahaan-perusahaan perdangan, dan lain sebagainya, (b) pemakai jasa dari pihak pemerintah dan (c) pemakai jasa angkutan dalam masyarakat umum.        
c.      Peranan transportasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, transportasi mempunyai pengaruh besar terhadap pemabangunan ekonomi, sosial politik di suatu wilayah. Pengangkutan merupakan sarana dan prasaran wilayah pembangunan untum mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu kota /daerah.
F.        Kesimpulan dan Saran
a.   Kesimpulan
1.    Peran dan pentingnya transportasi dalam perencanaan penataan ruang yang utama adalah : tersedianya barang, stabilisasi dan penyamaan harga, penurunan harga, peningkatannya nilai tanah, terjadinya spesialisasi antar wilaya, perkembangannya usaha skala kecil dan skala besar, terjadinya urbanisasi dan kosentrasi penduduk.
2.    Dampak negatif perkembangan transportasi antara lain : bahaya atas kehancuran umat manusia, hilangnya sifat-sifat indifidual dan kelompok, tingginya frekuensi dan intensitas kecelakaan makin, meningkatnya urbanisasi, kepadatan dan kosentrasi penduduk, dan tersingkirnya indusrti kerajinan rumah tangga.
3.    Tujuan transportasi dalam mendukung perkembangan ekonomi nasional:
a)     Meningkatkan pendapatan nasional di sertai dengan distribusi yang merata antara penduduk, bidang-bidang usaha, dan daerah-daerah.
b)     Meningkatkan jenis dan jumlah barang jadi dan jasa yang dapat dihasilkan para konsumen, industri, dan pemerintah.
c)     Mengembangkan industri nasional yang dapat menghasilkan devisa serta mensuplai pasaran dalam negeri.
d)     Menciptakan memelihara tingkatan kesempatan kerja bagi masyarakat.                                         
b.   Saran
1.       Peran pemerintah dalam mendorong dan menfasilitasi pembangunan dan pengembangan sarana atau prasarana sangat memberi manfaat untuk menompang peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat baik dalam tingkat nasional maupun  regional.
2.       Penataan jaringan trasportasi seyogianya disusun dan di kelola melalui manajemen terpadu dengan pendekatan RTRW/RTRK oleh provinsi dan kabupaten/kota diwilaya provinsi, sedangkan pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Perhubungan dan Departemen Pekerjaan Umum dalam sistem perencanaan nasional di bidang transportasi dan pembangunan/pemeliharaan jalan dan jembatan untuk antar wilayah provinsi dan kabupate/kota.
3.     Pemanfaatn sebagian dana yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor oleh provinsi maupun kabupaten/kota diarahkan unntuk pembangunan, pemeliharaan dan penataan sarana dan prasarana trasnportasi sesuai dengan kewenangan otonominya yang mengembangkan perilaku ekonomi berbasis transportasi dan pelayanaan kepada publik.
4.     Dalam menyusun perencanaan transportasi darat, seyogianya tetap memperhatikan faktor tata guna lahan/ jalan yang berkaitan dengan akses jaringan, lokasi / tempat tujuan perjalanan, distribusi perjalanan menentukan alternatis noda / jenis angkutan, pengaturan alternatif rute lalu lintas transportasi, dan arus pada jaringan transportasi.    
G.       Daftar Pustaka
Kamaluddin, Rustian, Ekonomi Trasportasi Karakteristik, Teori dan Kebijakan. Ghalia Indonesia. 2003
Munawar, Ahmat, Dasar-dasar teknik transportasi. Beta Ofset.Yogyakarta. 2005
Salim, Abas, Manajemen Transportasi. PT. Raja Grafindo Persada Jakarta. 2000
Abdul Kadir, Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Transportasi, Peran dan Dampaknya dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Wahana Hijau. Vol. 1. No. 3. April. Sumatra Utara. 2006.
Muhamad Aris Aprianoor, Analisis Kebutuhan dalam Kelayakan Ekonomi Pembangunan Jalan Arteri Alternatif  di Kota Kandangan. Tesis. Semarang. 2008
Dr. Ir. A. Hermanto Dardak, Makalah Utama Pengembangan Jaringan Jalan Wilayah Sumatera Berbasis Penataan Ruang, Batam. Tanggal 28-29 Juli 2005
  

Terimakasi atas kunjungan anda di Asso Suare, selamat jalan dan sampai jumpah

"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah.
Tetapi, marah pada orang yang tepat,
dengan kadar yang sesuai, pada waktu
yang tepat, demi tujuan yang benar, dan
dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah."

-- Aristoteles, The Nicomachean Ethics.