PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS


PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MONITORING DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI
  Oleh: Yairus Asso
 Konsep DAS dan Pengelolaan DAS , Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu wilayah kesatuan ekosistem bentang lahan yang dibatasi oleh puncak-puncak gunung ataupun perbukitan dan igir-igir yang menghubungkannya, di dalamnya terdapat sistem sungai yang saling berhubungan, curah hujan yang jatuh dialirkan melalui sistem sungai tersebut dan keluar melalui satu outlet tunggal.   Pengelolaan Daerah Aliran Sungai  merupakan upaya terpadu yang melibatkan beberapa disiplin ilmu yang bekerja secara multidipliner dalam pengendalian dan pengembangan sumberdaya dengan masukan manajemen dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
 Pengelolaan Daerah Aliran Sungai pada dasarnya meliputi pengelolaan sumberdaya air, pengelolaan sumberdaya lahan, pengelolaan sumberdaya vegetasi/hutan, dan pembinaan sumberdaya manusia/masyarakat. -  Pengelolaan sumberdaya lebih diarahkan pada upaya penataan, pengendalian, pemulihan, pemeliharaan, pengawasan, pemanfaatan, dan pengembangan untuk menuju pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. 
 PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
Masalah degradasi hutan dan lahan, erosi, abrasi, banjir, sedimentasi, kekeringan,  lahan kritis, penurunan keanekaragaman hayati.Kemiskinan, tekanan penduduk, pemanfaatan lahan marginal, dan pemanfaatan sumberdaya alam Daerah Aliran Sungai (DAS) intensif. Prosiding Seminar “Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan DASKonflik antar kepentingan dan kebutuhan lahan, pemanfaatan lahan yang kurang sinergis dan harmonis. -Kelembagaan yang kompleks, kurang sinkronisasi dan keterpaduan program /kegiatan. -Penanganan pemerintah yang selalu terlambat, pelaksanaan program/kegiatan yang tidak pernah sesuai dengan perencanaan. -Diperlukan teknologi dalam sistem monitoring dan evaluasi (Monev) yang cepat, tepat dan tanggap terhadap setiap kerusakan sumberdaya DAS yang muncul. -
Teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) sangat efektif dan efisien dalam membantu Monev Pengelolaan DAS Manfaat Dan Tujuan Strategi dan pengambilan kebijakan program pengelolaan DAS membutuhkan input data yang lengkap, valid, dan mutakhir untuk tujuan identifikasi potensi dan masalah DAS. -Pengambilan kebijakan dan penyusunan strategi dalam manajemen pengelolaan DAS menentukan langkah implementasi dan hasil yang dicapai, merupakan manfaat hasil identifikasi potensi dan masalah DAS. -Monitoring dan evaluasi mulai dari perencanaan, implementasi dan hasil yang dicapai penting sebagai umpan balik dalam memperbaiki model pengelolaan DAS, merupakan manfaat monev DAS .
Pengetahuan tentang DAS dan pengelolaan DAS di era otonomi daerah (OTDA) penting untuk ditanamkan sebagai pemahaman tentang konsepsi, prinsip dasar dan pelaksanaannya. -Membangun sistem monitoring dan evaluasi sederhana dan representatif dalam rangka menilai kegiatan pengelolaan DAS penting sebagai langkah awal antisipasi kerusakan lingkungan DAS, merupakan tujuan utama. 

DAERAH ALIRAN SUNGAI  DAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI
pengelolaan das terpadu, perlu disamakan persepsinya dan pelaksanaannya. Pengertian DAS sebagai unit hidrologi, pengertian DAS sebagai suatu sistem (Ekosistem DAS) merupakan dasar yang harus dikuasai. -Keterpaduan satuan DAS dan satuan ADMINISTRASI (Regional) sebagai satuan manajemen atau pengelolaan sumberdaya dalam menghadapi otonomi daerah, perlu ditanamkan sejak dini dalam OTDA. Pengembangan pengelolaan DAS terpadu, kelembagaan dalam pengelolaan DAS (peran Co-Management) merupakan tantangan BPDAS. -Keunggulan dan kelemahan manajemen pengelolaan sumberdaya dengan model satuan DAS dan satuan ADMINISTRASI, perlu dirumuskan dan disosialisasikan. 

 MONITORING DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI
 Permasalahan yang sering timbul : pengetahuan kita tentang hubungan antara aktivitas dalam pengelolaan DAS dengan sistem dan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat kurang lengkap dan terlalu sederhana. -Ketidakpastian hubungan tersebut menuntut perlunya pekerjaan monev untuk mengetahui pengaruh dan dampaknya, selanjutnya untuk memberikan umpan balik terhadap kebijakan dan aktivitas pengelolaan DAS.
 Monev yang benar adalah merupakan suatu proses yang bersifat iteratif dan dinamik, merupakan kegiatan pengumpulan data tentang komponen kegiatan, Prosiding Seminar “Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan DAS”Mengapa pekerjaan monev diperlukan, apakah sebenarnya perannya dalam pengelolaan DAS terpadu, dan apa tujuan utama pekerjaan monev. -Pekerjaan penting dalam monev antara lain menyusun rancangan program monitoring dan menetapkan metode evaluasi untuk mengukur keberhasilan penyelesaian proyek. -
IV.  PERAN MONEV DALAM PENGELOLAAN DAS
Secara teoritis Monev dilakukan sejak mulai dari perencanaan proyek, namun secara operasional/praktikal Monev dilakukan sejak pengumpulan data/input, yaitu sejak mulai dari identifikasi potensi dan masalah DAS. -Potensi dan permasalahan DAS selanjutnya dapat disusun menurut zonasi wilayah dan perencanaan kegiatan. -Pada masing-masing zona wilayah perencanaan kegiatan dapat ditentukan/ diputuskan strategi dan kebijakan pengelolaan DAS. -Pada penetapan strategi dan kebijakan pengelolaan DAS ini juga perlu dilakukan kegiatan  Monev untuk mengetahui sesuai tidak dengan rencana dan hasil yang dicapai. -Kegiatan monev selanjutnya adalah pada saat implementasi/pelaksanaan program kegiatan pengelolaan DAS menyimpang atau tidak. -Kegiatan  monev yang terakhir adalah melihat  hasil-hasil yang dapat dicapai, yang dapat dipakai sebagai umpan balik terhadap input yang digunakan.
  STRATEGI DAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN DAS
Program kegiatan pengelolaan DAS ditinjau dari aspek sumberdaya dapat dibagi menjadi dua bagian: (1) Pengelolaan Lahan dan Air, dan (2) Pengelolaan Sosio-Kultural. Proses pengumpulan data dalam rangka pekerjaan Monev dapat dibagi menjadi dua bagian: (1) Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan SIG, dan (2) Survei Sungai di Lapangan. Pemanfaatan PJ dan SIG dalam Pengelolaan lahan dan air: pengelolaan tataguna lahan (akibat penggunaan lahan tidak optimal), pengelolaan lahan (menyebabkan erosi tidak terbolehkan), pengelolaan lahan dan air (menyebabkan limpasan tidak terkendali). -Pemanfaatan PJ dan SIG dalam Pengelolaan Sosio-Kultural: pengelolaan sumberdaya manusia dan lahan (menyebabkan meningkatnya tekanan penduduk), pengelolaan sosial-ekonomi (pendidikan/budaya manusia mempengaruhi penggunaan tekno-ekonomi). -Survei Sungai di Lapangan : dalam Pemanfaatan PJ dan SIG, kegunaannya sebagai referensi atau verifikasi dan sebagai kontrol dalam kegiatan pengelolaan DAS, berupa kegiatan pengumpulan data sekunder ataupun pengukuran lapangan dan analisis data. Penilaian kualitas kinerja DAS: didasarkan pada indikator-indikator dan kriteria kinerja DAS yang telah ditetapkan sebelumnya.
  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) DAS
Sistem Informasi Manajemen (SIM) DAS mencakup keseluruhan kegiatan yang meliputi penyiapan data dan informasi sejak perencanaan, pelaksanaan, hasil yang dicapai hingga monitoring dan evaluasinya. Prosiding Seminar “Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan DAS” SIM-DAS merupakan program komputer yang dapat digunakan untuk membantu melakukan kegiatan pengelolaan DAS secara otomatis. Program SIM-DAS pada dasarnya diarahkan untuk  menyederhanakan dan menyeragamkan dalam proses monitoring dan evaluasi pengelolaan DAS. -Data grafis yang digunakan dalam SIM-DAS dikonversi dari peta analog ke format digital agar dapat diolah sesuai dengan format data SIM-DAS yang dikenal dengan basis data grafis. -Secara sederhana menu utama dalam program SIM-DAS disajikan dalam gambar berikut. Format basis  data DAS dapat disusun menurut tahap penyajian model mulai dari data grafis, model spasial I, dan model spasial II (Gambar 4.) Model spasial I merupakan indeks yang menunjukkan  menu utama penilaian karakteristik DAS. Model spasial II menunjukan hasil penilaian kinerja DAS. Tampilan program SIM-DAS dapat dibagi ke dalam 3 kelompok, (1) pilihan subdas, (2) pilihan data dasar biofisik dan sosek, dan (3) pilihan data hasil analisis 
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Pemanfaatan Penginderaan Jauh (PJ) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) tidak hanya sebagai alat bantu semata, tetapi cukup mendominasi dalam pengumpulan data aktual dan mutakhir serta dalam prosedur pengolahan data. Salah satu unggulan yang dapat dipakai sebagai andalan dalam pemanfaatan DAS adalah kemampuannya dalam meninjau secara spasial/keruangan besarnya limpasan dan erosi pada tingkat lahan petani .Manfaat dari keunggulan dan keandalan tersebut adalah tentang kedalaman ataupun kerincian dalam pemberian rekomendasi sampai pada tingkat petani mengenai perlakuan atau konservasi yang harus dilakukan terhadap lahannya. Prosiding Seminar “Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan DAS”  untuk Monev pengelolaan DAS perlu diujicobakan dalam bentuk pelatihan kepada para petugas lapangan dalam waktu yang cukup (minimal 1 bulan). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasi atas kunjungan anda di Asso Suare, selamat jalan dan sampai jumpah

"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah.
Tetapi, marah pada orang yang tepat,
dengan kadar yang sesuai, pada waktu
yang tepat, demi tujuan yang benar, dan
dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah."

-- Aristoteles, The Nicomachean Ethics.