acara pemotongan babi saat pesta adat
ORANG PAPUA
KHUSUSNYA DI LEMBAH BALIEM PAPUA
A. PENGERTIAN
Pemimpin adalah seorang yang terpanggil, dipercaya dan dipilih oleh sekelompok orang untuk menjalankan tugas dan membawa kelompoknya untuk mencapai suatu tujuan dan sasaranya melalui kemampuan yang dimilikinya
Jadi, seorang pemimpin dia harus bijakssana dalam mempengaruhi, mendorong, mengatur dan menugaskan kelompok untuk melaksanakan bagian-bagian pekerjaan atau dalam menjalankan tugasnya sebagi pemimpin untuk mencapai kepentingan kelompoknya.
Orang Balim memahami bahwa pemimpin/kepala suku (ap kain) adalah yang dapat mengantar dan membawa masyarakat atau sukunya untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai contoh bahwa seorang kepala suku perang harus membawa suku/ klennya untuk memenangi suatu peperang yang terjadi dengan suku lain.
B. ASAL USUL KEPEMIMPINAN ORANG BALIEM
Pada umumnya asal-usul orang balim menjadi pemimpin/kepala suku (ap kain) ada beberapa faktor:
1. Sebagai tuan tanah (dari klen/marga besar)
Pandangan ini secara tidak langsung mengatakan bahwa seseorang sebagai pemimpin/ kepala suku terpilih berdasarkan satu klen tersebut secara turun-temurun,
2. Pemimpin yang dilahirkan/kejiwaan (alamiah)
Pemimpin model ini adalah pemimpin orang lembah balim yang sangat baik dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala suku di lembah balim. Sejak dalam kandungan ibunya memang ditakdirkan untuk menjadi seorang pemimpin
3. Pemimpin yang terbentuk dari keterampilan atau ketangkasan dalam berperang maka secara tidak langsung akan menjadi pemimpin perang. Tradisi ini terjadi karena dianggap bahwa seseorang dapat membunuh orang paling banyak/jago perang untuk mempertahankan suku atau wilayahnya harus ada seorang pemimpin yang tanggu shingga bisa memimpin anggotanya untuk maju berperang ketika musuh menyerang
C. MACAM-MACAM PEMIMPIN ORANG BALIEM
Dalam suatu organisasi hanya ada satu pemimpin, sehingga fungsi control dalam menjalankan roda organisasinya bisa berjalan dengan baik. Dalam kehidupan orang lembah baliempun demikian pula namun yang membedakan adalah dalam satu klen atau wilayah adat dipimpin oleh beberapa pemimpin namun didalam kehidupan mereka tidak kocar-kacir dan masyarakatnya hidup tentram, damai, aman dan nyaman sesuai dengan nama sukunya yaitu suku Hubula (dani).
Macam-macam pemimpin/kepala suku yang ada di lembah baliem adalah sebagai berikut:
1. Pemimpin/kepala suku adat
Adalah seorang pemimpin yang memimpin anggotanya dalam tatanan adat dalam suatu klen atau suku. Dalam kepemimpinannya lebih diutamakan pada urusan adat istiadat yang menjadi bagian dari dasar hidup orang lembah balim, sebab orang lembah baliem percaya bahwa adat adalah warisan nenek moyang dan langsung diterima dari Tuhan. Ketika orang melanggar norma adat itu maka ia akan menerima resikonya sekaligus dikenakan denda. Sebagai contoh, ketika seorang wanita menikah atau berhubungan dengan satu marga maka dikatakan pawi (asusila), akibatnya ketika sakit maka orangnya menjadi lemah dan susah untuk berjalan padahal sakitanya tidak terlalu para ataupun kritis.
Oleh sebab itu, kepala suku adat memimpin dan membina nilai-nilai adat yang ada dalam kehidupan kebudayaan hidup orang balim, agar ketika terjadi suatu kesalahan maka segera di perbaikinya sehingga tidak merambat keaspek kehidupan lainnya. Sebab biasanya ketika ada yang tidak beres dalam tatanan adat itu maka bisa mendatangkan berbagai musibah. Dengan adanya kepala suku adat ini maka seluruh tatanan adat terlindungi dengan baik dan norma-normanya dijunjung tinggi oleh masyarakat lembah baliem dalam nilai-nilai adat yang menjadi dasar hidupnya secara turun-temurun dan tidak akan hilang ataupun habis tertelan oleh perkembangan zaman.
2. Pemimpin/kepala suku kesejateraan
Tugas dan tanggungjawab ssebagai kepala suku kesejateraan berbeda dengan kepala suku adat. Dimana kepala suku kesejateraan ini tugasnya menyangkut kebutuhan sandang dan pangan saja. Dalam wilayahnya ketika terjadi musibah apa saja yang menimpah dia akan duduk bersama mencari letak pemicu dan memecakannya agar masyarakatnya tetap sejaterah. Biasanya juga dalam membuka suatu lahan baru dilakukan atas perintah kepala suku kesejateraan dan disetujui oleh masyarakatnya.
Keterkaitan antara pemimpin/kepala suku adat dengan kepala suku kesejateraan terlihat sangat jelas dalam tindakan perintah yang dilakukan.
Dalam hal ini, biasanya ketika kepala suku adat mau merencanakan untuk mengadakan pesta mawe (pesta adat) maka dia akan berkonsultasi dengan kepala suku kesejateraan guna mempersiapakn dalam menyongsong pesta tersebut. Biasanya hal-hal yang dibicarakan adalah ubi, ternak (babi). Kalau semuanya sudah siap maka kepala suku kesejateraan siap untuk menyelenggarakan pesta tersebut.
3. Pemimpin/kepala suku perang
Kalau kita bicara mengenai kepala perang itu berarti orang yang jago perang dalam mengatur strategi berperang yang handal. Kepala perang orang orang baliem adalah orang yang memberikan perintah untuk berperang melawan musuh yang menyerang. Dan memasang strategi yang jitu dan mulai membalas musuh yang menyerang hingga memukul mundur musunya.
Jadi di dalam satu wilayah atau suku/klen orang suku dani mengenal tiga pemimpin yang kedudukan atau posisi mereka adalah sama dan membawai semua anggotanya. Dan masyarakatnya pun tunduk pada ketiga pemimpin mereka tersebut. Keunikannya adalah masyarakat lembah baliem itu tunduk pada tiga pemimpin tapi beda peranannya. Yang menjadi kekompakan dari tiga pemimpin tadi dalam menghadapi suatu permasalahan. Contahnya ketika peperang antar suku terjadi ketika kepala suku perang mengeluarkan perintah untuk berperang melawan musuh maka secara tidak lansung pemimpin adat duduk didalam honai adat melihat kembali apakah ada yang tidak beres ataukah semuanya sudah baik-baik agar dalam peperangan tidak mengalami korban jiwa dalam jumlah yang banyak, dan kalau semuanya sudah beres maka maju ikut berperang. Sedangkan kepala suku kesejateraan mempersiapkan menyangkut kesejateraan masyarakatnya dengan mengantisipasi supaya jangan dan yang menjarah kawasanya dari musuh dan mempersiapkan komsumsi bagi para pejuang yang sedang berperan. Oleh sebab itu, ketiga pemimpin suku/klen disuku dani ini masyarakatnya mengakui keberadaan mereka.
D. TIPE KEPEMIMPINAN ORANG BALIEM
Tipe sama artinya dengan model, corak dan contoh. Dengan demikian tipe kepemimpinan orang lembah baliem adalah sebagai berikut :
1. Pemimpin yang otoriter artinya didalam memimpin masyarakatnya atau sukunya itu kadang-kadang memaksa untuk melakukan atau menuruti keinginannya. Contohnya, seorang kepala suku itu banyak babinya, maka ketika hendak menikah lagi untuk menjadikan istri yang kessekian, pemimpin/kepala suku langsung meminta kepada sang pujaan hatinya dan harus si gadis. Meskipun tidak suka namun secara tidak langsung orang tuanya menyetujui keinginan kepala suku tersebut tanpa sepengetahuan si gadis.
2. Pemimpin/kepala suku di Lembah Baliem adalah pemimpin yang bersifat kebapaan, artinya kepala suku orang baliem itu berjiwa besar. Sepeti pepata yang selalu disampaikan oleh orang tua kepada anak-anaknya “ kalau mau menjadi orang besar, engkau harus menghapus ingus dari hidung orang, siapapun dia. Orang besar artinya orang yang melayani sesame. Kepala suku baliem juga merangkul semua masyarakatnya dengan kata-kata yang keluar dari mulut kepala suku’’ orang-orang yang baik maupun tidak baik, besar kecil, dan tua mudah itu semua adalah saya punya. Dari sinilah terlihat jelas bahwa tipe kepemimpinan orang baliem juga tergolong dalam tipe kebapaan.
3. Kepala suku/ pemimpin ini tergolong orang yang mempunyai kemampuan tertentu, sehingga ketika berbicara orang sangat takjub dan terpesona, selain itu juga dapat mengarahkan dengan baik ketika menhadapi sesuatu masalah. Sehingga tipe kepemimpin/ kepala suku orang Lembah Baliem itu bersifat karismatik. Sebab kepemimpinannya mendapat karisma atau suatu karunia.
4. Kepala suku orang Lembah Baliem juga adalah pemimpin yang suka mendengarkan masyarakatnya dan mau menerima masukan-masukan untuk dijalankan bersama, maka kepala suku/pemimpin orang adalah tipenya demokratik.
E. GAYA KEPEMIMPINAN ORANG BALIM
Gaya kepemimpinan adalah pemimpin yang sanggup melakukan segala sesuatu bagi anggotanya melalui kekuatan, dorongan, dan tarikan yang menggerakan anggota yang melekat pada dirinya. Sehinngga dalam memimpin kepala suku/pemimpin orang Lembag Baliem selalu berperilaku mengarahkan dan mendukung dalam penerapan yang tinjukan sebagai kepala suku, dimana saat situasi yang tidak apapun kepala suku itu berpikir kreatif kemudian memberikan arahan dengan melakukang konsultasi agar semuanya turut berpartisipasi.
A. Kesimpulan
Pemimpin/kepala suku Lembah Baliem adalah seorang yang terpanggil dan dipercaya untuk membawah sukunya untuk hidup yang baik, sehingga melalui kemampuan yang bijaksana dalam mempengaruhi, mendorong, mengatur dan menugaskan dalam melaksanakan bagian-bagian pekerjaan untuk mencapai kepentingan bersama.
Pemimpin atau kepala suku dalam memimpin adalah dimulai dari hati yaitu
1. Seorang memimpin dan menunjukan jalan;
2. Seorang yang menunjukan jalan, arah dan komando;
3. Seorang yang mempengaruhi sikap dan tindakan dari yang lain;
4. Seorang yang menjadi contoh sehingga orang lain mau mengikutinya;
5. Seorang dengan kemampuan memotivasi orang lain untuk menghasilkan potensi.
Dengan demikian dalam kepemimpinan dilembah baliem adalah didalam satu suku itu terdiri dari 3 (tiga) kepala suku yang mempunyai kedudukan dan derajat yang sama didalam memimpin sukunya tersebut. Dan ketiga pemimpin inipun sudah tahu fungsi dan tanggung jawabnya sebagai kepala suku sehingga dalam melakukan suatu kegiatan tidak akan membuat binggung ataupun gagal sebab ketiga pemimpin ini saling mendukung dan selalu berjalan bersama.
Keunikan yang ada di Lembah Baliem ini kita tidak akan menjumpai dimanapun yaitu bentuk organisasi apapun tidak ada pemimpin yang lebih dari satu kecuali ketika kita datang kelembah Baliem baru kita akan menjumpainya disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar